BLOGGER TEMPLATES AND YouTube Backgrounds »

Senin, 03 Januari 2011

Dampak Sosial Media

Banyak dari kita mungkin meremehkan keberadaan media. Mungkin kita berpendapat bahwa kehidupan ini dibagi dalam lima kelompok besar, yaitu politik, ekonomi, sosial, budayaan, pertahanan-keamanan (poleksosbudhankan - istilah yang dipopulerkan oleh pelajaran PMP/PKn/Pancasila) dan iptek. Dan tidak ada ruang yang besar bagi media. Namun benarkah demikian.
Saya (sekali lagi) mengajukan sebuah hipotesa bahwa media memiliki dampak yang lebih luas dari yang kita duga. Sebelum mesin Gutenberg populer, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berjalan lambat. Saya menduga penemuan-penemuan baru bisa diketahui orang lain melalui cerita lisan-berantai (dari penemu pada seorang guru, kemudian dari guru kepada guru yang lain, kemudian dari guru yang lain kepada muridnya), atau dari teks tulisan manual, atau dengan membeli produk hasil penemuan tersebut. Dengan ditemukannya mesin Gutenberg yang berujung pada penerbitan media cetak, maka proses penyebaran informasi bisa dipercepat. Orang tak perlu pergi ke pelabuhan untuk bisa mengetahui kapal mesin diesel seperti apa bentuknya. Orang tak perlu membeli radio transistor untuk mengetahui apa fungsinya. Kita sekarang tak perlu pergi ke Eropa untuk mengetahui pesawat A380 bentuknya seperti apa. Karena informasi sudah disediakan melalui media, yaitu koran dan buku. Dengan keberadaan media, jeda waktu antara satu penemuan ke penemuan atau aplikasi lanjutannya bisa diperpendek. Maka setelah penemuan mesin Gutenberg, pelan namun pasti percepatan (penambahan kecepatan) perkembangan iptek telah terjadi. Bahkan percepatan ini cenderung naik.
Lalu apa dampaknya bagi hidup kita? Banyak. Semua produk teknologi saat ini pasti berawal dari sebuah penemuan teoritis yang diikuti dengan penemuan aplikatif berikutnya melalui proses transfer informasi dengan media cetak. Jam yang semula tidak memiliki bel, dikembangkan menjadi jam dengan alarm, dan dikenal sebagai jam weaker. Motor roda dua yang semula bising dan boros bahan bakar dikembangkan menjadi kendaraan yang semakin ramah lingkungan. Komputer yang semula berukuran besar, sekarang menjadi notebook yang bisa masuk ke dalam tas.
Dalam hal hukum dan ekonomi, para aktifis LSM terus menekan pemerintah untuk mewujudkan sistem administrasi negara yang lebih efisien dan sederhana. Karena mereka tahu bahwa China bisa menjadi negara ekonomi maju berkat keberhasilan upaya melawan korupsi. Bagaimana para aktifis bisa tahu, tentu melalui media. Para pemerhati budaya terus menyuarakan keprihatinannya mengenai dampak negatif globalisasi karena mereka tahu bahwa globalisasi berpotensi merusak budaya setempat. Dari mana para pemerhati budaya mengetahui hal ini? Tentu mereka tidak harus datang ke lokasi-lokasi tertentu. Media cetak yang menginformasikannya kepada mereka. Sebuah profesi yang menarik kalangan remaja, artis, juga merupakan produk dari media. Tanpa media, artis tak pernah memiliki nama besar, bahkan mungkin tak pernah ada. Demikian juga iklan. Mereka tidak mungkin ada tanpa kehadiran media. Michael Jackson merupakan salah satu artis yang sangat terkenal namanya. Salah satu yang membuat namanya terkenal adalah konser amal yang sering ia lakukan. Dan dipercaya bahwa Jackson merupakan artis pertama yang menggelar konser amal. Salah satu proyek amal Jackson adalah konser untuk masyarakat miskin di Afrika.
Sekarang jika kita runut, apakah ada hubungan antara Jackson, konser amal dan orang miskin di Afrika dengan media. Tentu ada. Jackson adalah artis. Artis ada karena media. Konser amal dihadiri banyak orang kaya karena publikasi di media. (Jika konser amal diselenggarakan oleh artis yang belum dikenal, tentu tak banyak orang kaya yang mau menyumbang.) Jackson tahu mengenai orang-orang miskin dan kelaparan di Afrika juga karena media. (Hampir mustahil Jackson atau anak buahnya berjalan-jalan keliling dunia untuk mencari orang miskin dan kelaparan. Terlalu mahal ongkosnya.) Jadi kadang media secara tak langsung bisa menghubungkan satu orang yang kekurangan dengan orang lain yang berkelebihan di belahan dunia lain.
Contoh lain lagi. Masih ingat dengan gerakan protes terhadap karikatur Nabi Muhammad? Bagaimana protes tersebut bisa sedemikian besar, bahkan lintas negara. Tentu karena media. Beberapa dekade yang lalu, di suatu negara, sebuah radio menyiarkan drama serangan makhluk dari planet Mars. Drama ini sedemikian memukau sehingga banyak orang yang takut jika kisah tersebut benar-benar terjadi. Beberapa bulan yang lalu juga ada film berjudul “2012.” Film ini juga membuat kepanikan bagi sebagian (kecil) orang. Ini juga merupakan contoh dampak media.
Jadi jika ditanya apa dampak sosial media. Jawabannya banyak. Namun kadang dampak tersebut tidak langsung terasa. Jika ditanya dampak internet bagi masyarakat, kita tentu akan keberatan jika diklaim bahwa internet mengubah banyak hal dalam hidup kita. Namun kelak, beberapa dekade lagi, kita baru mampu melihat bagaimana dampak internet bagi kehidupan. Karena dampak sosial media baru kelihatan setelah waktu berjalan cukup lama.

0 komentar: